Categories
Pendidikan

Keunggulan Bersaing dan Analisis Lingkungan Makro

Keunggulan Bersaing dan Analisis Lingkungan Makro

Keunggulan Bersaing dan Analisis Lingkungan Makro

Nilai absolut yg tinggi memang perlu, namun yg lebih penting adalah apakah perusahaan mampu menciptakan nilai lebih tinggi dibanding pesaing dengan biaya yg rendah? Untuk itu, perusahaan perlu memiliki keunggulan bersaing, yg oleh Kotler & Keller (2006) diartikan sebagai kemampuan perusahaan melakukan satu atau lebih praktek bisnis yg tidak dapat disamai atau dilebihi pesaing. Menurut Michael Porter (1985), keunggulan bersaing dimaksud harus bersifat dinamis. Artinya, dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu. Keharusan ini merupakan konsekuensi dari perlombaan yg dilakukan pesaing.

 

Hunt (1999) mencatat berbagai pendapat mengenai penyebab sebuah perusahaan mampu memperoleh keunggulan bersaing, yaitu :

  • Faktor-faktor industri. Pelopor pendapat ini adalah Porter (1980), yg menyatakan bahwa keunggulan bersaing sebuah perusahaan tidak terlepas dari faktor-faktor industri, di mana perusahaan itu berada, yaitu kekuatan tawar-menawar dengan pembeli, kekuatan tawar-menawar dengan pemasok, potensi pendatang baru, produk pengganti, & persaingan antar perusahaan sejenis.
  • Kompetensi spesifik perusahaan. Pendapat ini dipelopori Hamel & Prahalad (1994). Keduanya menyatakan bahwa agar mampu bersaing, setiap perusahaan harus memiliki praktek bisnis yg unik yg paling baik mereka lakukan (the best they can do).
  • Sumberdaya yg tidak dapat ditiru (Barney, 1991).
  • Kemampuan-kemampuan yg dinamis (Teece & Pisano, 1994)
  • Proses pembelajaran yg baik (Dickson, 1996)
  • Relasi yg menciptakan nilai potensial (Berry & Parasuraman, 1991)
  • Inovasi yg muncul terlebih dahulu (Kerin, Vadarajan & Peterson, 1992)
    Ekuitas merek (Aaker, 1991).

 

Mengukur Keunggulan Bersaing

Praktek bisnis apapun pada akhirnya akan bermuara pada produk yg dihasilkannya. Dengan kata lain, sebuah perusahaan yg unggul pada satu praktek bisnis, seperti bahan baku yg berkualitas, jaringan bengkel yg luas dan rapi, ataupun proses produksi yg efisien, harus tercermin pada nilai konsumen (perceived value, disingkat PV). Nilai tersebut dapat dinyatakan atribut per atribut, dapat pula nilai konsumen secara keseluruhan.

 

Analisis Lingkungan Makro

Lingkungan makro adalah pelaku-pelaku atau kekuatan-kekuatan eksternal yg selain mempengaruhi perusahaan juga mempengaruhi komponen-komponen lingkungan mikro lainnya. Termasuk di dalamnya adalah ekonomi, politik, hukum & peraturan, teknologi, & tren industri. Yg perlu dicermati pada lingkungan makro ini bukan hanya pengaruh langsungnya terhadap perusahaan, akan tetapi juga komponen lingkungan mikro yg lain, yg pada akhirnya berpengaruh pada perusahaan secara tidak langsung.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/