Categories
Pendidikan

Strategi Korporat

Strategi Korporat

Strategi Korporat
Pemasaran strategis menurut Cravens & Piercy adalah sebuah proses pengembangan strategi yg didorong oleh pasar yg memperhitungkan sebuah lingkungan bisnis yg selalu berubah & kebutuhan untuk menyampaikan nilai pelanggan yg superior. Jadi, pada hakekatnya, pemasaran strategis membahas proses yg harus dilakukan dalam menetapkan sebuah strategi yg didorong oleh pasar agar dapat mencapai sasaran perusahaan, yaitu menyampaikan nilai pelanggan yg lebih unggul daripada nilai pelanggan yg disampaikan oleh para pesaing.

Cravens & Piercy (2006) mengutip definisi dari David J. Collis & Cynthia A. Montgomery (1997) yg mengatakan bahwa strategi korporasi adalah cara sebuah perusahaan menciptakan nilai melalui konfigurasi & koordinasi kegiatan-kegiatan di pasar-pasarnya. Namun Cravens & Piercy (2006) juga mempunyai definisi mengenai strategi korporasi sebagai keputusan-keputusan yg dibuat oleh manajemen puncak & terdiri dari penentuan cakupan & tujuan bisnis, sasaran-sasarannya, & inisiatif-inisiatif serta sumber-sumber daya yg diperlukan untuk mencapai sasaran-sasaran.

Ada 3 tipe utama strategi korporasi, yaitu :

1. Strategi Bertumbuh (Growth Strategy)

Strategi bertumbuh adalah sebuah strategi korporasi yg digunakan bila sebuah organisasi ingin bertumbuh baik dengan cara menambah jumlah produk yg ditawarkannya atau memperluas pasar yg dilayaninya, baik melalui bisnis atau bisnis-bisnisnya yg ada sekarang ataupun melalui bisnis atau bisnis-bisnis baru. Sebuah organisasi dapat bertumbuh melalui konsentrasi (concentration) bila sebuah organisasi berkonsentrasi pada penambahan jumlah produk yg ditawarkan atau pasar yg dilayaninya sesuai dengan lini bisnis utama organisasi, atau melalui integrasi baik secara vertikal maupun horizontal, maupun melalui diversifikasi baik yg terkait ataupun yg tidak terkait dengan industri yg sedang digelutinya.

 

2. Strategi Stabilitas (Stability Strategy)

Strategi stabilitas adalah sebuah strategi korporasi yg bercirikan tidak adanya perubahan yg berarti dalam hal-hal yg sedang dikerjakan oleh organisasi pada saat ini. Sedangkan strategi pembaharuan adalah sebuah strategi korporasi yg didesain untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan organisasi yg menyebabkan kinerjanya menurun.

 

3. Strategi Pembaharuan (Renewal Strategy)

Strategi pembaharuan adalah sebuah strategi korporasi yg didesain untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan organisasi yg menyebabkan kinerjanya menurun. Menurut Robbins & Coulter (2007), ada 2 pilihan strategi pembaharuan, yaitu strategi pengurangan (retrenchment strategy) yg bersifat jangka pendek & strategi berbalik arah (turnaround strategy) untuk masalah-masalah kinerja organisasi yg lebih serius. Dengan mengacu kepada strategi bersaing generik dari Porter, Robbins & Coulter (2007) menyebutkan 3 strategi bersaing, yaitu :

Strategi kepemimpinan biaya (cost leadership strategy) adalah strategi yg menjadikan efisiensi sebagai sumber keunggulan dibanding pesaing. Dalam strategi ini, yg unggul adalah perusahaan yg berproduksi paling efisien.
Strategi diferensiasi menjadikan faktor keunikan produk sebagai sumber keunggulan bersaing. Dengan strategi ini, perusahaan dapat mencapai sasaran dengan menawarkan produk yg berbeda dari produk pesaing.
Strategi fokus menjadikan skop pasar yg sempit sebagai sumber keunggulan bersaing. Dengan mempersempit segmen yg dilayani, dibanding pesaing, sebuah perusahaan lebih mampu memahami & memenuhi kebutuhan & keinginan pelanggan yg unik.

Strategi korporasi sebagai keputusan-keputusan yg dibuat oleh manajemen puncak & terdiri dari penentuan cakupan & tujuan bisnis, sasaran-sasarannya, & inisiatif-inisiatif serta sumber-sumber daya yg diperlukan untuk mencapai sasaran-sasaran. Sedangkan strategi pemasaran dipandu oleh keputusan-keputusan manajemen puncak mengenai bagaimana, kapan, & dimana bersaing. Kedua jenis strategi tersebut saling berhubungan secara 2 arah, yaitu strategi korporasi menentukan arahan strategis, alokasi sumber-sumber daya, serta hambatan-hambatan (constraints) mengenai apa yg tidak boleh dilakukan, sedangkan para pejabat (eksekutif) yg bertanggung-jawab untuk pemasaran mempunyai sebuah tanggung jawab untuk memberitahu para penyusun strategi korporasi (corporate strategists) mengenai perubahan eksternal di pasar baik berupa peluang-peluang maupun ancaman-ancaman (Cravens & Piercy, 2006).

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :